Bertengkar yang Baik

8 May 2010

Pertengkaran adalah hal wajar dalam keluarga. Katanya, ini bumbu penyedap, kalau tak ada hambar rasanya. Bagaimanapun, tak mungkin menghindari kesalahpahaman atau perbedaan dari dua orang yang berbeda. Hanya saja, pertengakaran juga punya kualifikasi tertentu. Jika pertengkaran itu buruk bisa merenggangkan hubungan.
Bertengkarlah, kalau memang perlu. Kejengkelan yang tersumbat hanya akan membuat Anda tak nyaman. Dan lagi, tak ada kritik dan masukan untuk memperbaiki kesalahan dalam hubungan Anda dengan pasangan. Pertengakaran yang baik malahan bisa membuat suatu hubungan menjadi harmonis dan berkualitas. Bagaimana caranya?

David Strovny, pakar pendidikan seks mangatakan, bahwa seperti hukum komunikasi lainnya, pertengkaran juga membutuhkan kejelasan pesan, cara penyampaian yang benar, serta kemampuan penerima pesan untuk memahami isi pesan yang disampaikan. Sebagai panduan, David mengemukakan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bertengkar, yaitu :

Pertama, lihat situasi. Jangan langsung mengajak bertengkar pada pasangan yang baru saja pulang kantor. Sambutlah ia dengan dingin (ketus), sehingga ia bisa merasakan suasana hati Anda. Tapi beri kesempatan pada pasangan untuk menghilangkan penat terlebih dahulu.

Kedua, jagalah ritme suara sepelan mungkin. Anda tak perlu berteriak-teriak untuk menyampaikan apa keinginan Anda, apalagi kalau ada anak-anak. Satu lagi, jangan menyampaikan kekecewaan dengan kata-kata yang bisa membuat pasangan sakit hati. Berbicaralah dengan tenang dan teratur, meski semarah apapun Anda. Jangan bicara terlalu cepat. Kata yang diucapkan secara hampir bersamaan dalam waktu singkat tak mungkin bisa dicerna dengan baik oleh pasangan Anda.

Ketiga, tetap fokus. Katakan dengan gamblang apa masalah Anda pada saat itu. Jangan melantur membicarakan masalah yang tak relevan atau sudah terlalu lama berlalu. Ada baiknya Anda juga tak hanya membicarakan kesalahan pasangan Anda saja, tapi apa yang Anda inginkan untuk ia perbaiki. Kalau Anda tetap melakukannya, perang mulut tak bisa dihindari, karena masing-masing pihak tak mau disalahkan.

Keempat, jangan terlalu sering bertengkar. Sebab pasangan akan kebal terhadap protes Anda. Masalah akan lebih cepat diatasi jika dibicarakan dalam suasana yang santai.(The Cutek Ui)
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.