Aplikasi Prinsip Biomekanika Dalam Melatih

8 Des 2010

Agar mampu secara efektif menganalisis dan meningkatkan teknik, pelatih masa kini butuh paham dengan biomekanik (gaya gerak tubuh).
Biomekanik adalah ilmu tentang gaya gerak tubuh. Dengan menentukan pola pergerakan yang paling efektif dalam menghasilkan teknik, seorang ahli biomekanik dapatlah menganalisis efisiensi gerakan seorang pemain dan mencoba untuk menentukan apakah pemain itu dapat bergerak lebih efektif lagi.
Pemahaman biomekanik yang benar akan dapat membantu untuk menjawab pertanyaan kunci yaitu:
"Apakah teknik yang optimum?"
Teknik yang optimal dapat didefinisikan sebagai gerakan yang paling efektif sebagai kombinasi antara power dan kontrol di dalam teknik gerakan sehingga meminimalisasikan risiko cedera.
Di dalam mendiagnosis dan mengoreksi pemain, pemahaman yang benar mengenai biomekanik akan membantu pelatih untuk memfokuskan pada gerakan pemain yang efektif dan efisien.
Prinsip-prinsip utama dari biomekanik dapat dengan mudah dihafal dengan singkatan BIOMEC; yang kepanjanganya adalah:
1. Balance (Keseimbangan)
2. Inertia (Kelembaman)
3. Opposite force (Daya berlawanan)
4. Momentum (Momentum)
5. Elastic Energy (Energi Elastisitas)
6. Co-ordination Chain (Koordinasi)

Kemudian Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1) Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan adalah kemampuan untuk menjaga equilibrium (keadaan kesetimbangan) baik secara dinamis maupun statis. “sebagaimana tenis diketahui sebagai olahraga yang selalu gerak, maka dibutuhkan keseimbangan yang dinamis”. Sangat penting bagi pelatih untuk mengamati apakah pemain menjaga a straight line suatu garis lurus/vertical axis (poros vertikal) dari kepala sampai ke tanah yang memungkinkan perpindahan momentum linear ataupun angular.
Sebagai contoh manakala seorang pemain top meski pada situasi yang sulit sekalipun, mereka menjaga kepala dan tubuh bagian atas stabil dengan maksud dapat memberi pukulan yang efektif.

2) Inersi (Kelembaman)
Hukum dari kelembaman menyatakan "tubuh akan tetap diam atau bergerak sampai diberi tenaga yang menggerakkan dari luar". Dengan kata lain inersia adalah ketahanan tubuh untuk bergerak atau untuk berhenti bergerak. Bagaimana seorang pemain tenis bergerak cepat dari posisi diam, memperlambat gerakan, dan kemudian mengubah arah gerak dengan serta merta.
Sebagai contoh, manakala Anda pada saat posisi siap, tubuh Anda dan raket pasti tidak bergerak, oleh karenanya, mempunyai beberapa inersia yang diam. Manakala Anda bereaksi terhadap pukulan lawan, Anda harus mengubah inersia diam Anda dengan menggunakan gaya gravitasi dan dengan gaya yang cukup menolaki tanah untuk dapat bergerak melalui kontaksi otot yang ada di kaki.
Ketika kita membuat pukulan dengan tekukan lengan sedikit saja maka lebih sedikit moment inersia yang dibutuhkan daripada kita memukul dengan lengan yang lurus. Oleh karenanya lebih sedikit gerak putar dan lebih cepatlah kepala raket.

3) Daya Berlawanan
“Pada setiap aksi terdapat reaksi yang sama besar dan berlawanan”. Kita mengetahui teknik gerakan dan pukulan dari kaki yang bergerak menolak tanah. Tanah kemudian memberi tolakan seimbang dengan tolakan yang dilakukan oleh pemain yang menolakkan kakinya. Reaksi tanah memberikan daya dorong untuk aksi pertama eksplosif.
Sebagai contoh, sewaktu Beckerii memulai gerak servis, pertama kali dia mendorong tanah (dengan menekukkan lututnya) dan aksi ini memberikan daya untuk servisnya yang penuh tenaga.

4) Momentum
“Momentum adalah gaya yang dihasilkan oleh tubuh, atau lebih tepatnya mass x Velocityiii . Ada dua tipe Momentum:
-Linear, sebagai contoh momentum di dalam garis lurus.
-Angular, sebagai contoh momentum di dalam gerak sirkular (putar).
Momentum linear secara simpel mentransfer berat tubuh ke depan menuju arah Anda memukul (sebagai contoh backhand sliceiv Graf), sementara momentum angular dihasilkan dari rotasi tubuh yang terjadi pada pinggul dan batang tubuh (sebagai contoh forehand Agassi).

5) Energi Elastis
Energi elastis adalah energi yang tersimpan di dalam otot dan tendon sebagai hasil dari otot yang merenggang.
Ketika renggangan otot dan tendon menyimpan energi dengan cara yang sama seperti karet yang merenggang mempunyai energi yang tersimpan. Sebagai contoh, ketika Edberg split-steps setelah servis dan mendekat ke net dia menyimpan energi di kakinya sehingga ketika dia mendarat dia dapat menggunakan langkah pertama yang eksplosif terhadap bola. Pemain modern juga menggunakan prinsip ini untuk ‘mengisi’ (pra renggang) dalam tahap persiapan dari servis dan hentakan ke tanah yang membantu untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar.

6) Koordinasi
a) Introduksi
Kata-kata seperti timing ‘(presisi waktu)’ dan ‘rhythm (irama)’ sering digunakan para pelatih namun yang sebenarnya, dan bagaimana kita dapat melatih pemain untuk meningkatkan kualitas fundamental dari mekanika pukulan? Jawaban terhadap ini terletak pada prinsip pada koordinasi tubuh.
Koordinasi melibatkan "bagian-bagian dari tubuh yang bertindak sebagai suatu sistem rangkaian rantai di mana daya yang dihasilkan oleh satu rangkai, atau bagian tubuh, diteruskan runtut ke rangkai yang lain" (Groppel, 1984).Koordinasi optimal (timing) dari bagian-bagian tubuh akan membuat transfer efisien percepatan dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.
b) Masalah-masalah di dalam koordinasi
Bagaimanapun juga, ada empat alasan mengapa sebuah pukulan tidak menghasilkan tenaga yang cukup, kurang kontrol atau menyebabkan seorang pemain mendapat cedera berkait dengan koordinasi.
c) Penganalisisan keterputusan koordinasi
Pada bagian akhir bab, ada gambar (hlm. 65) yang akan membantu anda untuk menganalisis masalah rantai koordinasi yang muncul pada seorang pemain.

Sumber: JPOK FKIP UNS
Share this article on :

6 komentar:

penghuni60 mengatakan...

wah, penjelasannya bnr2 detail, saya baru tau hal ini
salam knl sobat

Imtikhan mengatakan...

salam sahabat
postingan yang bagus
blognya juga keren dan rapi

BLOG Si YAQIN mengatakan...

manteb banget design blognya!

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

thanks sharingnya artikel yg bermanfaat :D

btw unik deh casing blognya hehe kotak komentarnya ada di samping :p

NURA mengatakan...

salam sobat
trims sharingnya.
saya akan kopas ya, ke 6 penjelasannya.

four dreams mengatakan...

wah dapet ilmu nih aku sob :)

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.