MICRO TEACHING

30 Jan 2011

Latihan praktek mengajar dilakukan langsung di sekolah latihan sesudah mahasiswa calon guru memperoleh pengetahuan teoritis tentang dasar-dasar kegururan dan isi dalam bidang studi yang akan diajarkannya. Sejak akhir tahun 50-an, penedekatan ini telah banyak dikritik dengan alasan, sbb :

  • Kuliah – kuliah dasar kegururan disajikan secara verbal dan terlalu teoritis, filosofis, historis, dan psikologis, sehingga hasilnya sering menjadi terlalu abstrak dan malah kadang-kadang menjadi mengaburkan
  • System supervise antara dosen pembimbing atau guru pamong dengan mahasiswa calon guru selama latihan dirasa kurang efektif dan efisiensi
  • Pada balikan (feed-back) yang kurang “segera” dan kurang objektif, karena sering hanya berdasarkan ingatan dan catatan-catatan singkat, baik dari pembimbing maupun dari si calon itu sendiri
  • Situasi kelas biasa kurang dapat mendorong atau member kesempatan kepada mahasiswa calon guru untuk mengulangi serta menguji berbagai metode lain yang mungkin masih dapat dilakukan dalam rangka mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif

Mengajar itu sendiri sangat kompleks dan prosesnya harus dikuasai oleh calon guru dengan sebaik-baiknya
Untuk menaggulangi berbagai kelemahan program praktek keguruan tradisional serta kerumitan mengajar sebagaimana telah dikemukakan, maka pada tahun 1963, 1 tim yang terdiri dari beberapa ahli pendidikan dari Stamford University, memulai mengembangkan sau teknik yang disebut mikro teaching, sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan mutu guru. Di Indonesia, pengajaran mikro mulai diperkenalkan oleh beberapa pendidikan guru. Pada Bulan Mei-Juni 19977 telah diadakan penataran, pengajaran mikro di Jogjakarta yang telah menyarankan antara lain agar pengajaran mikro dimasukkan dalam silabus kegiatan kurikuler pada lembaga pendidikan guru.

PENGERTIAN MIKRO TEACHING
Mikro teaching merupakan salah satu cara latihan praktek mengajar yang dilakukan alam proses belajar mengajar yang d mkrokan untuk membentuk keterampilan mengajar.Pegajran mikro tetap merupakan mikro teaching, tetapi dalam bentuk mikro sehingga bisa dapat dikontrol. Bentuk mikro tersebut meliputi hampir semua komponen dalam interaksi belajar mengajar, antara lain jumlah murid, bahan pelajaran, waktu, jenis keterampilan mengajar yang digunakan.
Dalam proses belajar mengajar umumnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya Cara yang ditempuh guru dalam mengajukan pertanyaan mempunyai pengaruh dalam pencapaian hasil belajar dan peningkatan cara berpikir siswa. Keterampilan beratnya dibedakan menjadi keterampilan bertanya dasar dan bertanya lanjutan.

TUJUAN DAN MANFAAT MIKRO TEACHING
Mikro teaching merupakan salah satu bentuk pendekatan performances, maka mengajar mempunyai unsur-unsur keterampilan meliputi kurikulum skills, material skills, instruktusional skills. Dengan menggunakan mikro teaching maka keterampilan-keterampilan itu dapat dilatih secara bertahap dalam keadaan terisolasi, sehinga calon guru dapat mengauasai dan menggunakannya dengan tepat, setelah dilatihkan penggunaannya secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Kelemahan pokok dari mikro teaching bahwa meskipun mikro teaching itu merupakan real teaching tetapi tetap bukan real classroom teaching.
Terdapat beberapa hal yang tidak terjangkau oleh mikro teaching seperti kompetensi yang bersangkut dengan pengelolaan kelas, disiplin murid di kelas. Mikro teaching berfungsi sebagai alat pembanu dari program praktek mengajar. Karakteristik mikro teaching adalah feed backs secara tepat bagi calon guru yang sedang berlatih. Dengan VTR dimungkinkan adanya feed back yang dapat menyajikan gambar bergerak dengan rekaman suaranya yang sinkron.
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.