Budidaya Tanaman Obat Rosella Merah (Hibiscus Sabdariffa L)

22 Mar 2011

Teknik Budidaya Tanaman Rosella Merah

1. Persiapan lahan
Persiapan lahan untuk menanam rosella sama seperti tanaman tahunan lainnya.
Sebelum dilakukan penanaman, lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih
dahulu. Agar perakaran dapat berkembang dengan baik dilakukan pengolahan
tanah yang agak dalam. Jika benih langsung ditanam, lubang tanaman dapat
dibuat langsung pada saat tanam dengan menggunakan tugal yang terbuat dari
kayu bulat berdiameter 20 cm. Tanah dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Lahan dilarik dengan jarak antar larik
1,5 m. Dibuat alur atau bedengan setinggi 15-20 cm.

2. Persiapan bahan tanaman
Rosella dapat dibiakkan dengan cara vegetatif (setek batang) atau cara generatif
(biji). Namun perbanyakan tanaman rosella merah biasanya dilakukan secara
generatif dengan biji. Untuk mempercepat perkecambahan, biji rosella direndam
terlebih dahulu dengan air selama 24 jam, kemudian baru dipilih biji yang
tenggelam untuk ditanam.

3. Pembibitan
Benih rosella merah dapat langsung ditanam di lapangan atau dipindahtanamkan.
Pada sistem penanaman langsung, benih ditanam 2-3 butir per lubang tanam
sedalam 0,5 cm. Setelah bibit berdaun 2-4 helai, dilakukan penjarangan dengan
memilih satu tanaman yang menunjukkan pertumbuhan terbaik.

4. Penanaman di polibag
Selain ditanam di lapangan, dalam skala kecil rosella dapat pula ditanam di
polibag besar (paling sedikit menggunakan 10 kg media tanam). Media tanam
yang dipakai dapat berupa campuran tanah dengan pupuk organik seperti pupuk
kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 4:1. Penanaman di polibag
memiliki produktivitas lebih rendah daripada ditanam di lapangan.

5. Jarak tanam
Tanaman rosella yang ditanam dengan jarak yang rapat menyebabkan tanaman
saling menaungi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih tinggi, tetapi
produksi kelopak per tanaman menurun. Cabang-cabang yang saling menaungi
akibat jarak tanam yang terlalu rapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi
kurang optimal dengan diameter cabang dan ukuran kelopak bunga lebih kecil
serta warna kelopak lebih pucat. Sedangkan cabang bagian atas yang terkena
cahaya matahari penuh tidak mengalami gangguan seperti disebutkan di atas.

6. Pemupukan
Pupuk yang digunakan untuk rosella bervariasi antara daerah dan negara. Rosella
sangat responsif terhadap pemberian nitrogen. Pupuk N berpengaruh pada fase
awal pertumbuhan rosella karena Nitrogen berperan mendorong pertumbuhan vegetatif, yang berkolerasi dengan produksi kelopak bunga. Namun, pemberian
pupuk amonia yang berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif
menjadi pesat, tetapi produksi buah menurun. Dosis pupuk Nitrogen dan Kalium
mempengaruhi kandungan antosianin, vitamin C dan karbohidrat kelopak bunga.
Pupuk P selain mempengaruhi pertumbuhan akar juga mendorong pembentukan
bunga.

7. Pemangkasan
Pemangkasan ditujukan untuk menghilangkan dominansi apikal (pengaruh
penghambatan ujung pucuk terhadap pertumbuhan tunas dibawahnya), sehingga
akan mendorong pertumbuhan tunas lateral (cabang) ke samping. Jumlah cabang
yang banyak akan meningkatkan jumlah daun yang tumbuh. Bunga rosella
tumbuh pada ketiak daun, sehingga jumlah daun per tanaman yang besar akan
semakin meningkatkan produksi kelopak bunga. Peningkatan jumlah bunga akan
menaikkan jumlah kelopak bunga dan biji per hektar. Selain itu pemangkasan
akan menghasilkan tanaman yang kompak dengan percabangan yang banyak
sebagai tempat tumbuhnya bunga. Untuk meningkatkan produksi kelopak,
pemangkasan dapat dilakukan pada umur 2 bulan setelah tanam.

8. Pengendalian hama
Sebagai kompetitor cahaya, air dan hara, gulma perlu dikendalikan, terutama
pada fase awal pertumbuhan vegetatif atau umur satu bulan setelah tanam. Pada
fase awal penanaman, rosella tumbuh relatif cepat. Setelah berumur lebih dari 60
hari, rosella tumbuh dengan lambat dan mulai membentuk kelopak serta bakal
biji. Karena itu, lahan perlu disiangi sampai umur 6-7 minggu setelah tanam.
Hama tanaman utama yang menyerang rosella adalah nematoda (Heterodera
rudicicola) yang menyerang batang dan akar, sementara hama lainnya adalah
belalang yang biasa menyerang daun rosella
Share this article on :

1 comments:

rosella-organik said...

Informasi yang bagus dan bermanfaat.
Untuk pemesanan bisa di lihat di :
http://rosella-organik.blogspot.com/

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.