Disaat Wanita Berpura-pura Orgasme

12 Jun 2011

Mari Berkawand - Penelitian menunjukkan, hampir 60 persen perempuan mengaku pernah berpura-pura mencapai orgasme ketika berhubungan seksual atau saat melakukan seks oral.

Menjaga perasaan pasangan ternyata bukan satu-satunya alasan. Banyak perempuan yang melakukannya karena khawatir akan keintiman dengan pasangannya atau perasaan cemas dengan diri sendiri.
Tak sedikit juga perempuan yang berpura-pura mencapai klimaks dengan alasan mereka tidak nyaman dengan fungsi organ seksual atau karena ingin segera menyudahi hubungan seks yang sedang berlangsung.
Walau jumlahnya kecil, namun ada juga yang berpura-pura orgasme karena ingin meningkatkan pengalaman seksual mereka.

"Untuk kelompok terakhir ini mereka memang ingin meningkatkan rangsangan pada diri sendiri sehingga mereka sebenarnya mencapai kepuasan yang lebih tinggi," kata Erin Cooper dari Temple University yang melakukan penelitian mengenai hal ini.

Dalam penelitiannya, Cooper melakukan survei pada 366 wanita berusia 18-32 tahun yang pernah memalsukan orgasmenya. Para wanita tersebut ditanyai seputar kebiasaan seksual, alasan berpura-pura orgasme serta perasaan mereka pada kedekatan hubungan.
Untuk wanita yang takut dengan perasaan intim dan dekat, memalsukan orgasme berarti menjaga jarak dengan pasangan. Sementara itu, untuk mereka yang malu dengan performa seksual mereka, Cooper berpendapat memalsukan orgasme merupakan cara untuk menyelamatkan ego mereka.

"Wanita yang sulit untuk dekat dengan orang lain dalam taraf kedekatan emosi biasanya kesulitan juga untuk dekat pada level seksual. Mereka memerlukan intervensi," katanya.
Sementara itu, wanita yang ingin hubungan seksnya cepat selesai ditengarai juga punya kesulitan untuk membiarkan orang lain dekat secara personal.

"Mereka merasa tidak terhubung dengan pasangannya atau pengalaman seksualnya sehingga tidak mendapat kepuasan dari seks," paparnya.

Alasan-alasan tersebut tentu akan berdampak pada hubungan di luar tempat tidur. Meningkatkan komunikasi dan berusaha untuk meningkatkan rasa percaya dan keintiman menurut Cooper akan membantu untuk bersikap apa adanya di kamar tidur.
sumber:hariankompas
Share this article on :

1 comments:

Ayub Adiputra said...

Wow...nggak mudeng gan, masih bujang. Entar saja deh kalau sudah nikah dipelajari kembali hahahag...yang penting harus ada kejujuran di antara pasangan dengan kita.

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.