Jangan Anggap Remeh Margarin

18 Jun 2011

Mari Berkawand - Tambahkan Olesan Margarin di Menu Harian. Lemak esensial dibutuhkan namun tak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Artinya, Anda perlu menyajikan hidangan dalam menu harian mengandung lemak esensial dari sejumlah sumber makanan. Seperti ikan laut dalam, yakni salmon, tuna, tenggiri, tongkol. Kacang-kacangan seperti almond dan kedelai juga bisa memenuhi kebutuhan lemak esensial dalam menu harian. Anda bisa mengatur menu harian dari sejumlah sumber makanan mengandung lemak baik ini. Sebagai tambahan asupan lemak baik dengan omega-3 dan omega-6, Anda juga bisa meningkatkan asupan margarin.

Sayangnya, konsumsi margarin di Indonesia masih rendah, meski harganya lebih terjangkau dari mentega, kata Andriyani Wagianto, Assistant Nutrition & Health Manager PT Unilever Indonesia. Mengasup margarin bisa menambahkan kebutuhan lemak baik dalam pola makan dengan gizi seimbang, lanjutnya. Agar manfaatnya lebih terasa, margarin sebaiknya dikonsumsi dengan dioleskan. Cara ini lebih baik dibandingkan menggunakan margarin untuk menumis masakan misalnya.

Margarin, kata perempuan yang akrab disapa Niknik ini tak hanya mengandung lemak esensial. Margarin juga bisa dikembangkan kandungan nutrisinya, dengan sejumlah vitamin dan kadar omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi. Seperti margarin keluaran Unilever, Blue Band Gold, yang mengandung tambahan nutrisi seperti asam folat dan antioksidan.

"Vitamin A dan E pada Blue Band Gold berfungsi sebagai antioksidan, selain juga vitamin B9 yang sama dengan asam folat," jelasnya menambahkan, margarin ini juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, B12, dan D. Ia melanjutkan, "Tambahan nutrisi pada margarin tidak berinteraksi, sehingga tidak mengurangi kadar lemak esensial di dalamnya," jelas Niknik kepada Kompas Female di sela acara seminar "Promosi Gizi Seimbang" di Hotel Acacia, Kramat, Jakarta, Sabtu (18/6/2011).

Kesadaran masih rendah
Penelitian Riset Kesehatan Dasar oleh LitBangKes menunjukkan konsumsi lemak baik atau lemak esensial pada rumah tangga Indonesia masih rendah. Makanan mengandung asam lemak tak jenuh ganda dengan kandungan lemak esensial omega-3 dan omega-6 masih minim dikonsumsi. Rumah tangga di Indonesia cenderung masih lebih sering mengonsumsi lemak jenuh seperti makanan siap saji juga gorengan. Padahal kebutuhan lemak esensial penting dipenuhi sebagai bagian pola makan sehat dengan gizi seimbang.

"Riset kesehatan dasar pada 2007 mirip dengan hasil riset pada 2010, bahwa konsumsi lemak esensial pada rumah tangga Indonesia masih rendah. Kesadaran untuk mengonsumsi lemak baik belum terbangun. Karenanya edukasi perlu terus dilakukan, baik kepada konsumen, terutama kaum ibu, maupun kepada para dokter atau tenaga kesehatan sebagai sumber informasi terdekat dari konsumen," tandas Niknik.
sumber:kompasnews
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.