Masuk SMA Wajib Tes Urine Menghindari Penggunaan Narkoba

19 Jun 2011

Mari Berkawand - Badan Narkotika Kota Batu, Jawa Timur, mewajibkan tes urine kepada calon siswa yang akan masuk SMA. Itu dilakukan agar siswa SMA dan sederajat di kota pariwisata itu selamat dari narkoba.

Tes urine itu merupakan terobosan baru dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Batu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Batu, Jawa Timur. Langkah tes urine yang diterapkan di kota yang dipimpin Wali Kota Eddy Rumpoko itu adalah kali pertama.

Ketua Pelaksana Harian BNK Batu, Ajun Komisaris Besar Polisi Sanusi Sahlan, Sabtu (18/6/2011), menyebutkan, tujuan tes urine hanya untuk mengetahui apakah calon siswa SMA dan sederajat itu pernah mengonsumsi narkoba ataupun obat-obatan terlarang lain, sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

"Kemarin kami sudah melakukan tes kepada 300 calon siswa yang baru lulus SMP dan mendaftar untuk masuk SMA. Tes urine itu dilakukan juga atas permintaan sekolah di Kota Batu. Bebas dari narkoba menjadi salah satu persyaratan mendaftar ke sejumlah SMA itu di Kota Batu," katanya.

Menurut Sanusi Sahlan, meski seseorang pernah dan telah berhenti mengonsumsi narkoba dalam kurun waktu tiga bulan, tetap bisa dideteksi melalui tes urine tersebut. "Kalau obat yang dikonsumsi memiliki kadar tinggi, semuanya tetap akan kelihatan meskipun dia sudah berhenti selama tiga bulan," ujar mantan Kapolsekta Klojen, Kota Malang, itu.

"Tes urine untuk para siswa yang akan masuk SMA itu baru dilakukan tahun ini. Sebelumnya baru sebatas penyuluhan ke sekolah-sekolah agar para siswa semakin menjauhi narkoba," katanya.

BNK Batu juga merencanakan membentuk satuan tugas (satgas) antinarkoba di seluruh sekolah dengan anggota para siswa sendiri. "Caranya, beberapa siswa yang dipilih akan diberikan pengetahuan khusus mengenai obat-obat terlarang, sampai cara mengenali ciri-ciri anak yang mengonsumsi narkoba," ujar Sanusi.

Jika satgas tersebut punya pengetahuan semacam itu, siswa akan bisa mendeteksi secara dini adanya pemakaian narkoba atau zat terlarang di sekolahnya. "Mereka tidak perlu memberikan pertanyaan kepada anak yang mengonsumsi narkoba, namun akan tahu dari tingkahnya sehari-hari," katanya.

Sanusi menambahkan, saat ini ada enam SMA yang akan menjadi pilot project keberadaan satgas narkoba di Kota Batu. "Ini bisa ditiru sekolah lainnya. Mari cegah penggunaan narkoba dan obat terlarang lainnya sejak dini demi keselamatan generasi muda," kata Sanusi.
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.