Kehidupan Dunia Diambang Kehancuran

29 Aug 2011

Mari Berkawand - Buram semakin hitam dalam ambisi yang tak terkendali! mata tertutup keinginan yang senantiasa munusuk ulu hatiku. memyesakkan dada karena sulit terealisasi dan hanya terpendam saja. setiap bertambah dan setiap itu pula tidak ada yang bisa terungkap dalam bentuk karya yang nyata.seperti mimpi yang masih mentah tapi siap membusuk. tanpa ada selang untuk matang dan siap dinikmati... tiba-tiba hilang begitu saja. apakah ini yang dinamakan nasib? takdir? atau sejenis kata lain yang sama artinya?
kemarin aku melihat manusia memakan dagingnya sendiri... dan hari ini aku melihat manusia otaknya sendiri. kreatifitasinya dibayar hanya dengan sebungkus nasi goreng. harga diri sebatas di tangan anak istri. kita kalah... tanpa adanya jalan untuk menang. akan diam saja susah! harus mengalir bersama aliran yang sudah ada... walaupun mengalirnya tak tentu arah dan siap untuk tebuang. tapi kita mau!!!....

Besok matahari akan telambat terbit, mendung minta jatah untuk lebih berlama-lama nongol di atas kepala kita. dan malam sudah tidak tahan untuk menunjukkan kegagahannya...gulita dan hitam! samar.... dan hancur perlahan-lahan! lama-lama sirna.......

Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.