Pengertian Sistem Reproduksi Pada Hewan


Mari Berkawand - Fungsi alamiah esensial seekor hewan jantan adalah menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa yang hidup, aktif, dan potensial fertil dan secara sempurna meletakkannya ke dalam sel kelamin betina. Semua proses-proses fisiologik dalam tubuh hewan jantan baik langsung maupun tidak langsung menunjang produksi dan kelangsungan hidup spermatozoa.
Akan tetapi pusat kegiatan kedua proses kegiatan ini terletak pada organ reproduksi hewan jantan itu sendiri (Toellihere, 1977).
Sistem reproduksi hewan jantan terdiri atas sepasang testis, pasangan-pasangan kelenjar asesori dan sistem ductus termasuk organ kopulasi. Testes berkembang didekat ginjal yaitu pada daeah krista genitalis primitif. Fungsi testes ada dua macam yaitu menghasilkan hormon sex jantan disebut androgen dan menghasilkan gamet jantan disebut sperma. Scrotum mempunyai fungsi untuk memberikan ke pada testes suatu lingkungan yang memeiliki 1-8 oF lebih dingin dibandingkan temperatur rongga tubuh.
Yang termasuk kelenjar asesori adalah sepasang vesicula seminalis prostat dan sepasang kelenjar bulbourethra atau kelenjar cowperi.

Sedangkan sistem ductus pada jantan sebagian besar berasal dari sistem ductus Wolft pada ginjal mesonefrik (Nalbandov, 1990).
Systema genitalia Columba livia. Organ genitalia hewan jantan terdiri dari:

  • Sepasang testis bentuk oval, terletak sebelah ventral dari lobus renis yang paling cranial.
  • Sepasang epididydimis, kecil, terletak pada sisi dorsal testis. Berupa suatu saluran yang dilalui oleh spermatozoa dalam perjalanannya menuju ductus deferens.
  • Sepasang ductus deferens pada hewan muda terlihat lurus pada hewan yang sudah tua kelihatan berkelok-kelok. Berjalan ke caudal menyilangi ureter, kemudian bermuara pada cloaca pada sebelah lateral.
  • Mesorchium ialah alat penggantung testis. Berjumlah sepasang, merupakan lipatan dari peritoneum.
  • Alat copulatorio. Pada hewan ini dan sejenisnya tidak terdapat alat kopulasi.
  • Pada waktu kopulasi, proctodea (bagian cloaca paling ujung caudal) dari kedua jenis burung ditempelkan kuat, sehingga sperma yang keluar pada saat ejakulatio langsung masuk ke dalam proctodeum yang betina untuk kemudian menuju ke oviduct (Radiopoetro, 1996).
  • Organ reproduksi ayam jantan terdiri dari sepasang testis, Epididymis, duktus deferens dan organ kopulasi pada kloaka.
  • Testis. Testis berjumlah sepasang terletak pada bagian atas di abdominal ke arah punggung pada bagian anterior akhir dari ginjal dan berwarna kuning terang. Pada unggas, bagian testis tidak seperti hewan lainnya yang terletak di dalam skrotum (Nesheim et al, 1972).
  • Fungsi testis menghasilkan hormon kelamin jantan disebut androgen dan sel gamet jantan disebut sperma (Nalbandov, 1990).
  • Epididymis. Epididymis berjumlah sepasang dan terletak pada bagian sebelah dorsal testis. Berfungsi sebagai jalan cairan sperma kearah caudal menuju ductus deferens.
  • Ductus deferens jumlahnya sepasang, pada ayam jantan muda kelihatan lurus dan pada ayam jantan tua tampak berkelok kelok. Letak kearah caudal, menyilang ureter dan bermuara pada kloaka sebelah lateral urodeum.
  • Organ kopulasi pada unggas deferens berakhir pada satu lubang papila kecil yang terletak pada dinding dorsal kloaka. Papila kecil merupakan rudimeter dari organ kopulasi (Nesheim et al, 1972).
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : KawandNews.com |
Copyright © 2011. Mari Berkawand - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger