68% Wanita Single Memilih Santai Daripada Gaji Besar

4 Nov 2011

Mari Berkawand - Dulu, orang berlomba-lomba mengejar karir setinggi-tingginya demi mendapatkan gaji yang lebih besar. Tapi di era sekarang, uang bukanlah prioritas utama bagi kalangan wanita pekerja profesional. Survei terbaru menunjukkan, semakin banyak wanita profesional yang lebih memilih waktu luang daripada uang.
Survei yang dilakukan Majalah More itu melibatkan 500 wanita dengan rentang usia dari 35-60 tahun. Dari hasil survei ditemukan, 43% wanita mengaku kini kurang berambisi dengan karir mereka jika dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Hanya seperempat dari mereka yang bekerja keras demi mendapatkan promosi jabatan.

Sementara itu, dua dari tiga wanita dilaporkan akan memilih dapatkan waktu luang lebih lama dibandingkan bayaran yang lebih besar. Sebanyak dua dari lima wanita mengatakan lebih baik menerima gaji kecil, jika jam kerjanya bisa lebih fleksibel. Yang lebih mengejutkan lagi, sebagian besar responden tidak tertarik menduduki jabatan tinggi.

Dua dari tiga wanita, atau sekitar 73% mengatakan mereka tidak akan mengajukan permintaan kenaikan jabatan yang pernah diduduki atasan mereka. Sebagian besar (38%) beralasan, mereka tidak mau berurusan dengan stres, politik kantor dan tanggung jawab yang akan sering dihadapi jika mereka menduduki posisi tersebut.

Fenomena ini, tentunya cukup disayangkan karena berarti kini semakin banyak wanita yang lebih memilih jalan di tempat daripada mengembangkan kemampuan mereka. Lesley Jane Seymour, editor in chief More seperti dilansir Grindstone berharap, hasil survei tersebut hanya sebuah refleksi dari tingkat stres dan emosi negatif di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini dan bukan kondisi yang permanen.

Penelitian lain yang dilakukan Polling Company Inc. juga menunjukkan fenomena yang sama. Mereka menyurvei wanita dengan tingkat pendidikan lulusan kuliah yang menduduki posisi profesional dengan penghasilan minimal Rp 538 juta - Rp 673 juta setahun. Hasilnya, banyak wanita yang kesulitan dan tidak mau menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tiffany Willis, salah satu responden yang bekerja di perusahaan korporat dengan jam kerja 70 jam seminggu mengatakan, "Ini tidak sepadan. Saya punya pekerjaan yang sangat keras dan itu telah mengambil bertahun-tahun kehidupan saya. Saya pernah direkomendasikan untuk menempati posisi manajer, tapi berapapun gaji yang ditawarkan tidak akan cukup. Saya tidak peduli meskipun mereka menawarkan gaji jutaan dolar."

Studi tersebut juga menemukan bahwa wanita sangat mementingkan fleksibilitas waktu dalam pekerjaan mereka. Namun, sepertiga dari mereka takut jika meminta jam kerja yang lebih fleksibel kepada atasannya, akan merusak karir mereka. Menariknya lagi, mendapatkan jam kerja yang lebih fleksibel tidak hanya diinginkan para wanita karir yang sudah punya anak. Sebanyak 68% wanita single juga memilih punya waktu bebas lebih banyak daripada diberi gaji yang lebih besar.
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.