Pengertian Pliometrik dan Prinsip Latihan Pliometrik

26 Jun 2014

KawandNews.com - Plyometrics berasal dari bahasa latin “plyo” + “metrics” yang berarti “measurable increases” atau peningkatan yang terukur (Chu, 1992:1). Pengertian pliometric menurut Chu D. A. (1992:1) bahwa “pliometrik adalah latihan yang dilakukan dengan sengaja untuk meningkatkan kemampuan atlet, yang merupakan perpaduan latihan kecepatan dan kekuatan”. Perpaduan antara kecepatan dan kekuatan merupakan perwujudan dari daya ledak otot.

Latihan pliometrik merupakan salah satu metode yang sangat baik untuk meningkatkan eksplosive power (Radcliffe dan Farentinos, 1985:1). Metode latihan ini populer pada tahun 1970-an danpermulaan 1980-an (Donald A Chu, 1992:1). Secara umum latihan pliometrik memiliki aplikasi yang sangat luas dalam kegiatan olahraga, dan secara khusus latihan pliometrik sangat bermanfaat untuk meningkatkan power, baik siklik maupun asiklik.

Latihan pliometrik mula-mula dirintis atlet atletik Eropa bagian timur dan utara tahun 1920-an dan 1930-an, dengan menggunakan “Jump Training” sebagai bagian dari latihan mereka. Pada tahun 1933, Akademi Pendidikan Jasmani Rumania menerbitkan buku kecil tentang “Jump Training for Athletics”. Apakah mereka mengetahui pliometrik atau tidak, yang pasti kini “jumps”, “rope jump”, “jump in place”, “standing jump”, dan “dept jump” adalah bentuk latihan pliometrik. Gerakan Pliometrik menurut M. Furqon dan Muchsin Doewes (2002:12) dirancang untuk menggerakkan otot pinggul dan tungkai, dan gerakan otot khusus yang dipengaruhi oleh Bounding, Hopping,Jumping, Leapping, Skipping, Ricochet.

Prinsip Latihan Pliometrik

Latihan pliometrik merupakan bagian dari latihan olahraga, khususya latihan fisik secara umum. Prinsip-prinsip latihan olahraga secara umum, jugaberlaku untuk latihan pliometrik. Selain mengikuti latihan olahraga secara umum, latihan pliometrik juga mengikuti prinsip khusus. Prinsip-prinsip latihan yang diterapkan pada latihan pliometrik, menurut Sarwono & Ismaryanti (1999:39-42) antara lain, “(a) memberi regangan (stretch) pada otot, (b) beban lebih yang meningkatkan (progresive overload), (c) kekhususan latihan dan (d) pulih asal “.

Daya ledak terjemahan dari kata power, merupakan salah satu komponen biomotorik, yang identikan dengan kekuatan eksplosive (eksplosive strength). Daya ledak di bagi sesuai spesifikasinya atas: 1) daya ledak eksplosive (Explosive power), 2) daya ledak cepat (speed power), 3) daya ledak kuat (strength power), 4) daya tahan lama (endurance power). Daya ledak (power) ini adalah kerja yang dapat dilakukan dalam satu kesatuan waktu. Kepentingan daya ledak di dalam olahraga yang dimaksud adalah daya ledak eksplosive, yang terdiri atas dua kelompok biomotorik, yakni unsur kekuatan (strength) dan kecepatan (speed), bila pelatihan ditekankan pada komponen kekuatannya, maka menjadi daya ledak kekuatan (strength power), kalau penekanannya pada latihan kecepatannya, maka hasilnya berupa daya ledak kecepatan (speed power). Jika penekanan pelatihan pada daya tahannya, maka akan dihasilkan daya ledak daya tahan (endurance power).
Share this article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Mari Berkawand All Rights Reserved.
Template Design Premium | Powered by Blogger.com.